Begini 6 Cara Mengatasi Laptop Restart Lama

Begini 6 Cara Mengatasi Laptop Restart Lama

cara mengatasi laptop restart lama
Tips dan Trik

Terdapat beberapa cara mengatasi laptop restart lama yang bisa Anda coba praktikkan. Laptop lemot memang menjadi musuh utama saat bekerja. Hal ini dapat menghambat pengerjaan tugas dan tanggung jawab yang harus segera diselesaikan. Tidak jarang orang-orang melakukan restart supaya laptop mereka kembali bekerja secara normal. Namun ternyata proses restart pun berlangsung lama. Apakah bisa dimatikan secara paksa? Apakah hal tersebut membawa dampak negatif? Apa solusi yang bisa dilakukan? Temukan jawabannya di bawah ini, ya!

Bagaimana Cara Mengatasi Laptop Restart Lama?

Mematikan laptop saat proses restart termasuk tindakan berbahaya. Laptop Anda berpotensi tidak bisa digunakan ketika sering mematikannya secara paksa. Mematikan secara paksa berarti memutus arus listrik yang sedang mengalir ke berbagai komponen laptop. Pemutusan arus listrik yang tiba-tiba ini dapat berdampak pada rusaknya RAM, prosesor, hard disk, dan power supply.

Anda sama sekali tidak dianjurkan untuk melakukan hal ini. Namun jika keadaan benar-benar mendesak seperti halnya restart yang sudah berlangsung lebih dari 30 menit maka Anda diperbolehkan melakukannya. Jangan menyalakan laptop terlebih dahulu selama 5 menit sampai 10 menit. Biarkan laptop Anda menjadi dingin. 

Setelahnya baru nyalakan kembali dengan hati-hati. Apakah berhasil dinyalakan? JIka berhasil, Anda perlu langsung mengubah beberapa pengaturan supaya restart yang lama ini tidak kembali terulang. Berikut beberapa hal yang perlu diatur dan diperiksa. 

1. Scanning dan Pengecekan Virus

Laptop lemot bisa terjadi karena alasan apa saja. Salah satunya karena keberadaan virus di laptop Anda. Beberapa penyebab keberadaan virus bisa diakibatkan oleh:

  • Tidak sengaja mengunduh file yang mengandung virus dari internet.
  • Mengunjungi website yang ternyata memberikan virus-virus.
  • Memasukkan flashdisk yang mengandung virus ke laptop.
  • Mengunduh aplikasi yang ternyata berisi virus sangat banyak. 

Jika Anda mendapati laptop memiliki kinerja yang menurun, ada baiknya langsung melakukan pemindaian dengan software anti virus. Gunakan software anti virus yang dapat dipercaya dan sudah terbukti aman. Faktanya ada beberapa software anti virus yang justru membawa virus ke laptop. Jadi pastikan terlebih dahulu bahwa software anti virus yang dipilih aman. 

Pemasangan software antivirus umumnya sangat membantu dalam memberikan notifikasi kepada pengguna ketika ada data atau aplikasi yang dianggap berbahaya. Pemeriksaan menyeluruh dari software anti virus akan membantu Anda menemukan sumber penyebab laptop yang lemot. Ketika virus sudah ditemukan dan dihapus maka laptop Anda dapat bekerja dengan normal. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Laptop Lemot Tanpa Servis

2. Lakukan Pengecekan RAM dan Hard Disk

Periksa RAM dan hard disk yang ada di laptop Anda. Keduanya merupakan tempat penyimpanan file-file yang ada. Ketika ruang penyimpanan penuh maka performa laptop Anda semakin lambat. Coba periksa berapa banyak ruang penyimpanan yang tersedia di laptop. Jika mendapati ruang penyimpanan sangat penuh maka Anda bisa mulai menghapus beberapa aplikasi dan file yang tidak lagi digunakan.

Baca Juga: 4 Kegunaan RAM Pada Laptop yang Perlu Anda Ketahui

Selain itu buka “Task Manager” untuk menonaktifkan aplikasi yang masih berjalan. Anda hanya perlu mengetik “Task Manager” di bagian search bar. Kemudian klik pilihan tersebut dua kali. Nantinya akan muncul sebuah tab yang berisi berbagai aplikasi aktif. Klik kanan pada aplikasi tersebut, kemudian pilih “End Task”. 

3. Melakukan Pengaturan Power Option

Langkah-langkah mengatur power option bisa Anda simak sebagai berikut. 

  • Klik kanan di simbol baterai. Simbol ini bisa ditemukan di bagian taskbar laptop. 
  • Selanjutnya akan muncul dua pilihan yaitu “Power options” dan “Windows Mobility Center”. Pilih “Power Options” untuk membuka tab pengaturan tersebut. 
  • Cari pilihan “Choose What the power button does”. 
  • Klik tulisan “Change settings that are currently unavailable” dan lakukan login. Login diperlukan supaya Anda dapat beralih ke tahap berikutnya.
  • Hilangkan centang pada bagian yang bertuliskan “Turn On Fast Startup”. 
  • Lalu tinggal “Exit Windows Explorer” dan coba restart laptop Anda. 
  • Jika proses restart berlangsung singkat maka pengaturan power option berhasil. 

4. Mematikan Seluruh Aktivitas Aplikasi yang Masih Berjalan

Perlu diketahui bahwa semua aplikasi dan file yang digunakan harus Anda matikan sebelum melakukan restart. Tidak heran jika restart berlangsung lama karena ada sangat banyak aplikasi yang masih menyala. Menutup semua program dan file yang terlihat pada layar laptop Anda belum cukup untuk memastikan semuanya berstatus non-aktif. 

Anda perlu melakukan pemeriksaan lewat “Task Manager”. Cukup ketik “Task Manager” di bagian search bar dan klik dua kali. Ketika tab Task Manager sudah muncul maka Anda bisa mematikan seluruh program dengan klik kanan dan klik “End task”. Lakukan restart untuk memastikan laptop sudah bekerja normal. 

5. Mematikan Startup Apps

Startup apps merupakan suatu aplikasi yang sudah mulai aktif ketika Windows melakukan booting. Aplikasi ini berjalan secara otomatis tanpa perlu diberikan perintah. Semakin banyak startup apps maka semakin lama juga proses booting. Setidaknya ada dua cara untuk mematikan Startup apps, yakni:

Melalui Task Manager

Langsung saja cari “Task Manager” di search bar. Cari pilihan “Startup” di bagian atas. Dalam pilihan “Startup” Anda akan melihat berbagai aplikasi berstatus “Enabled”. Ubah status tersebut menjadi “Disabled” dengan klik kanan pada aplikasi yang tidak terpakai. 

Melalui Pengaturan

Anda bisa langsung membuka pengaturan dengan klik logo “Windows” atau menekan tombolnya di keyboard. Pilih “Settings” atau logo bergerigi dan klik “Apps”. Dari sana Anda akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Cari pilihan “Startup” yang ada di bagian paling bawah. Kemudian ganti semua aplikasi tidak terpakai ke mode “OFF”.

6. Mengganti Hard Disk

Semua cara sudah dilakukan namun hasilnya belum terlihat? Proses restart masih memakan waktu yang lama? Kemungkinan besar hard disk laptop Anda yang menjadi akar permasalahan. Hard disk yang rusak tidak bisa dipertahankan lagi. Anda harus segera menggantinya dengan yang baru supaya kinerja laptop kembali lancar. Anda bisa membawa laptop ke tempat service resmi dan tepercaya supaya hasilnya memuaskan.

Baca Juga: Perbedaan SSD dan HDD yang Perlu Kamu Ketahui!

Apakah cara yang dijelaskan di atas berhasil membuat proses restart laptop Anda menjadi lebih cepat? Jika belum, Anda bisa langsung membawanya ke tempat service laptop untuk diperbaiki. Seorang ahli akan lebih mengetahui komponen apa yang rusak. Jika Anda membutuhkan tempat penyewaan laptop sementara yang aman maka IndoRental bisa menjadi pilihan tepat. 

IndoRental menjadi tempat sewa laptop Jakarta yang kredibel karena sudah digunakan oleh berbagai pihak dari perusahaan hingga pemerintahan. Anda bisa memilih berbagai spesifikasi sesuai kebutuhan selama menunggu laptop Anda di service. Jadi tunggu apalagi? Langsung saja mengunjungi website IndoRental sekarang juga! Semoga informasi mengenai cara mengatasi laptop restart lama ini berguna bagi Anda.